aku ingin ke tempat dimana aku merasa berarti
sungguh tak peduli bila harus meninggalkan kehidupan duniawi
apakah perlu aku menjadi biarawati ?
yang sangat berarti dimata Illahi ?
rgrds
December 3th, 2009
6.56 pm
_purple_
here is my first fairytale i made when i was senior high..i made it as an assignment for literature class..
enjoy…although, it is a child story repacked by me
KOLAM AWET MUDA
by. Nura Eky
Dahulu di suatu hutan belantara, terdapat suatu gua yang besar dan menyeramkan. Di dalam gua terdapat kolam yang dipercaya dapat menjadikan kita awet muda dan kekal selamanya. Penduduk di sekitar hutan percaya bahwa air kolam itu berasal dari tangisan Dewi Kehidupan. Tetapi untuk mencapai kolam itu tidak mudah karena kita harus melewati tiga rintangan yang berbahaya. Rintangan pertama, kita harus melewati hutan belantara yang dipenuhi duri-duri yang tajam dan beracun. Rintangan kedua, kita harus bisa menjawab pertanyaan peri teka-teki yang telah menunggu di depan gua. Jika kita tidak bisa menjawab maka kita akan dikutuk menjadi batu. Dan rintangan terakhir dan syarat berbahaya yaitu raksasa yang menjaga kolam awet muda. Raksasa itu akan bangun dari tidur panjangnya, jika seseorang menyentuh air kolam. Raksasa itu amat jahat dan suaranya bisa meruntuhkan gua.
Banyak penduduk yang telah mencoba masuk ke dalam gua, mereka hanya bisa sampai ke hutan belantara dan pulang dalam keadaan cidera. Seorang ksatria pernah berhasil menembus hutan, tapi tak dapat menjawab pertanyaan peri teka-teki, sehingga dia tak bisa pulang dan menjadi batu untuk selamanya.
Sejak malapetaka itu terjadi, banyak penduduk yang tidak menghiraukan kolam awet muda. Sampai akhirnya 25 tahun telah berlalu, seorang pemuda bernama Raka Panangkaran yang gagah berani dan berbudi luhur mendengar berita tentang kolam itu. Dia berniat untuk mengetahui kenberadaan kolam awet muda tersebut. Tapi terlebih dahulu dia meminta pendapat dari tetua desa.
“Kek, bagaimana menurutmu jika aku membuktikan kebenaran kolam awet muda?” tanya Raka Panangkaran.
“Wahai anak muda, hanya orang-orang yang serakahlah yang ingin masuk ke gua itu,” jawab Sang Kakek.
“Tapi Kek, niat awal saya hanya ingin mengetahui kebenaran gua dan kolam, itu saja!” elak Raka Panangkaran.
Karena kakek tetua desa telah memberi nasihat yang ternyata dielak Raka Panangkaran, maka beliau hanya bisa pasrah.
“Wahai pemuda yag perkasa, hanya tuhan yang tahu rahasia di balik kolam itu, janganlah selimuti dirimu dengan hawa nafsu,” jawab kakek itu. Raka Panangkaran pun pergi dengan tidak mendapat jawaban dari pertanyaannya. Karena tekadnya sudah bulat, dia pun pergi menuju arah barat, menuju hutan belantara sambil membawa pedang kesayangannya.
Perjalanan menuju hutan amat jauh dan melelahkan. Sesekali dia istirahat untuk melepas lelah sambil memakan bekal yang ia bawa. Saat Raka Panangkaran istirahat di sebuah pohon, ia melihat seseorang dari kejauhan datang menghampirinya, padahal saat itu tidak ada orang satu pun yang lewat. Keadaan sepi hanya suara burung pelatuk yang sedang mematuk pohon. Orang tersebut mendekatinya dan duduk di sebelahnya.
“Wahai anak muda, ada keperluan apa engkau lewat jalan yang sepi ini?” tanya orang tersebut.
“Saya hanya ingin masuk ke dalam hutan belantara dan membuktikan kebenaran tentang gua dan kolam di dalamnya, lalu siapa sebenarnya Anda?” jawab Raka Panangkaran.
Orang itupun menjawab, “ Aku hanya orang yang kebetulan lewat dan tersesat, sungguh kau ingin masuk ke hutan itu? Perasaanku akan terjadi sesuatu yang buruk hari ini.” Setelah mengatakan itu orang itu pun pergi dengan tidak meninggalkan jejak.
Karena sebelumnay tekad Raka Panangkaran sudah bulat, dia pun tidak menghiraukan perkataan orang tadi. Saat matahari tepat di atas kepala, sampailah dia di depan hutan belantara. Hutan itu penuh dengan duri yang tajam. Dengan sekuat tenaga Raka Panangkaran mengayunkan pedangnya ke arah ranting yang berduri. Dengan pelan-pelan ia masuk ke dalam hutan. Makin lama makin gelap, sehingga sinar matahari tidak dapat masuk ke dalam hutan. Setelah beberapa saat, dia pun menemukan gua menuju kolam awet muda. Gua itu telah dijaga oleh peri teka-teki.
“Sungguh perkasa kau anak muda, jika kau bisa menjawab teka-tekiku dengan benar, kau akan lebih dekat dengan kekekalan.” Perkataan peri teka-teki itu pun dia tanggapi dengan antusias.
“Baiklah, aku siap meladeni pertanyaanmu,” jawab Raka Panangkaran.
“Tidak, kau hanya perlu menjawab satu teka-tekiku ini, di pagi hari berjalan dengan empat kaki, siang hari dengan dua kaki, dan di senja berjalan dengan tiga kaki.”
Sejenak dia pun berpikir. “Nah aku tahu, pagi, siang, dan senja bukan maksud yang sesungguhnya bukan? Jawabannya adalah bayi yang baru lahir, akan berjalan dengan empat kaki, dua kaki yang sebenarnya dan kedua tangannya. Dan di siang hari berarti bayi itu telah dewasa dan hanya berjalan dengan kedua kakinya. Di saat senja berarti orang sudah tua, dan berjalan dengan bantuan tongkat.
“Bagaimana jawabanku?” tanya Raka Panangkaran.
“Hah…sungguh hebat kau anak muda, segeralah masuk ke dalam,” suruh Sang Peri. Dengan puas dia masuk ke dalam gua yang gelap. Ia merasa bahwa dirinya layak mendapat keabadian. Sifat serakahnya yang selama ini tertutup oleh sifat baik, muncul setelah mendapat sanjungan dari Sang Peri.
Keserakahannya memuncak setelah ia menjadi orang pertama yang pernah melihat kolam awet muda. Ia berjalan pelan dengan penuh kesombongan. Raksasa yang menjaga kolam itu tertidur di belakang kolam. Ia langsung mencelupkan tangannya ke dalam kolam. Tiba-tiba raksasa itu terbangun. Raksasa itu mengamuk dan suaranya menggema ke seluruh gua. Ia mencoba melawan raksasa itu, tapi ia bukanlah tandingannya. Batu-batu di dalam gua satu per satu berjatuhan dan pelan-pelan menutupi kolam. Raka Panangkaran tidak bisa menghindar dari timpaan batu-batu itu. Ia terkubur di dalam gua beserta dengan raksasa itu.
Penduduk di sekitar hutan telah mengambil hikmah dari kejadian itu. Hanya tuhan yang memiliki kekekalan dan keabadian. Tidak ada seorang pun yang dapat mencapai keabadian, walaupun melalui cara yang sulit.
rgrds
December 3th, 2009
2.12 pm
-purple-
the nice weekend i have spent to the highlander called Mangli, in the area of Magelang. we, 2006 and 2008 had held a camping and social activity.. not only that,,but an escaping memory, the cold weather and nice view i got..excluded, incontinentia alvi and flatus..haha =P
BEAUTIFUL ESCAPE
otak ini rasanya lelah untuk selalu mengirimkan aliran listrik dan menyalurkan semua rangsang ke kendalinya
sekian detik, sekian jam, bahkan sekian tahun, ia terstimulasi oleh jutaan rangsang
yang mungkin tak ia harap
semua raga ini capai dengan segala injury, lebam, luka yang tekadang tak ia sadari telah membuat hipovolemi
suara ini parau ketika setiap getar yang ia keluarkan merasa tak didengar
sadar benar , dalam satu organisme ini butuh masa rehat
escape escape escape..teriaknya dalam benak
benar saja, kesempatan itu datang
escape yang paling dia nanti
bukan penghalang tak ada sinyal
bukan prioritas tak ada fasilitas
bukan kendala akomodasi payah
not that all
cos the most she wants is escaping
escape from this working brain which still always remembering you when it lays on down town
the most incredible 3 days, the very amazing weekend, i am succesfully able to forget you for that moment
then i called it “beautiful escape”
-dalam rangka mencoba membuat puisi tanpa rima-
rgrds
November 17th, 2009
11.00 pm
-purple-
“mencintai berarti bersedia tenggelam pada kedalaman diri seseorang, termasuk berdamai dengan masa lalunya, mendukung masa depannya, Karena di bawah sana, pada kegelapan dan ketakutannya, pada kelemahan dan ketidakpastian hidupnya, kamu mungkin akan menemukan dirimu sendiri”
that was such a wise word that i got from my friend
try to keep in mind that
but yet, i mix up all of stuff about love
cos,,till now,, i am not able to define what it was
somehow,,it’s not appearable but feelness
still in metal ( melow total ) hahah XD
rgrds
November 19th, 2009
-purple-
Angan Liar
terduduk memandang layar 14 inchi
membayangkan diri
berdiri mendaki
dinginnya alam di kaki gunung ungaran
sedingin kepala ini mencari jawaban
sedingin hati ini untuk melupakan
Sedingin rasa ini untuk meloloskan
Lolos dari semua kekecewaan
untuk tetap maju ke depan
mencari pelarian ke alam
agar Tuhan memberi ilham
agar aku terus bertahan
atas semua masalah
yang masih mengguncang
Aku berteriak
ingin semua tak mendengar
segala beriak
ingin semua tergetar
pecah bagai tembikar
dan aku kembali terbakar
dalam semangat yang berkobar
rgrds
November 7th, 2009
11.25 am
-purple-
abu abu
semuanya kacau seperti warna itu
kusam tak bersinar
aura itu pudar
hilang dari sangkar
lenyap seperti pusara
ketika titik terang tak lagi benderang
ketika lilin tak mau lagi bersinar
semua lepas dari tujuan
asa yang dulu jelas
kini tak berbekas
untuk suatu alasan
yang tak terdefinisikan
belum ada jawaban
atas semua pertanyaan di angan
Apa yang kucari ?
Kenapa semua begini ?
Harusnya tak seperti ini ?
Biarlah tanya itu menguap
seperti sungkup kusam
tak terusap
Hanya bisa menata puing yang tersisa
meng-upgrade semangat yang masih membara
Yang ku tahu ini salahku
Salahku karena jauh dari-Mu
rgrds
November 6th, 2009
11.35 am
-purple-
THE CRUEL OF HEART
the more i know, the more i want
i do still hope
for the reason chock up
but it always make me down
when i still see you
hoping you go and never turn back
waiting for saying goodbye
so i can say my reason why
don’t recognize me after
i will shame
stuck on your arm
the arm which never realize
holding my heart into
please please please
give me space to breathe
give room to scream
running into mountain or ocean
where i will never know you more
i will stop until you die
and burried you in a deep digging soil
sorry, i can’t stop this cruel
rgrds
November 4th, 2009
8.07 pm
-purple-
just pretending being someone cruel..do not ever think that this is my story..
i just tried being a cruel artist..hehe
)))
Sudah lama rasanya tidak nulis lagi..banyak yang harus dipikirkan,,saya menghadapi masalah mana yang harus saya prioritaskan..saya ingin melakukan banyak hal dan merencanakan banyak hal pula,, tapi tidak tahu harus mulai dari mana..
Sudahlah,,,itu masalah saya yang tidak penting untuk diceritakan..
Kali ini saya ingin bercerita dan berbagi mengenai sedikit hal yang cukup menarik di era globalisasi yang deras akan informasi.
problem yang masalahnya belum terpecahkan!!
Sahabat pernah berkata : “Bisnis prostitusi akan sangat berkembang seiring dengan majunya zaman”
Dan benar saja, sekarang pun bisnis prostitusi masih lenggang dan aman berdiri ditempat-tempat yang bukan lagi terpencil dan ter-cover, melainkan ditempat-tempat yang semua orang mudah mengaksesnya. Dahulu, mungkin tempat macam itu , hanya bisa ditemui ditempat gelap, pelosok, dan tersembunyi dimana tidak semua orang akan tahu. Namun sekarang, hmm,,beberapa bulan yang lalu, dalam perjalanan saya menuj Solo, saya melewati daerah yang daya tidak tahu namanya ( Tegalrejo atau Sukosari,,entah saya lupa )..Saya kaget karena sepanjang jalan itu banyak berdiri palang-palang bertuliskan salah satu Merk Kondom ( S****) . Dan palang itu hamper berdiri didepan tiap rumah. Saya dan teman saya terjontak kaget..apa??? Prostitusi benar-benar mudah dijangkau, tidak perlu jauh jauh mencari, sekarang makin mudah aksesnya sampai dipinggir jalan. Saya yakin kalo prostitusi pinggir jalan tersebut, baru didirikan di tahun 2009 ini, karena tahun-tahun sebelumnya saya tak pernah menjumpai. Jika anda mau, tinggal berhenti saja dari kendaraan atau mobil anda, dan anda akan mendapatkan hiburan semalam yang terjangkau.. Yah,,miris sekali melihatnya..Benar kata sahabat saya bahwa Bisnis prostitusi sudah seperti bisnis pasar, perdagangan . Ibaratnya hiburan ini dapat didapatkan semudah membeli krupuk di warung.
Semakin pesatnya jaman, semakin pesat informasi, semakin ketat persaingan bisnis dan kapitalisasi, dan prostitusi juga tidak ingin kalah. Bahkan kemajuannya diluar pikiran saya. Mungkin, tahun-tahun selanjutnya, prostitusi akan sangat mudahnya ditemui di Mall-mall.
Mengapa bisnis ini berkembang begitu pesat ?
Manusia yang hilir mudik mencari uang di tengah zaman yang penuh persaingan, sangat amat rasional ( untuk beberapa kalangan yang menghalalkan perbuatan zina ). Mereka akan mencari hiburan denga pergi ke tempat prostitusi. Mengapa tempat ini menjadi pilihan ?? karena sekarang tidak perlu banyak uang untuk mendapatkannya. Biasanya, tempat-tempat prostitusi memiliki fasilitas tambahan missal : kafe, tempat karokae, dan kamar-kamar yang disewakan. ( saya yang belum pernah terjun langsung observasi ke lokasi, tahu hal ini dari teman dan foto2 teman yang pernah ng-camp disana ). Dan harga sewa 1 orang prostitusi terendah adalah sekitar 30 – 50 rb / malam ).. see..how cheap is it?? This is reasonable price for low economic consumen, right ?? tapi konsumen masih harus bayar lagi kalo ingin menggunakan tempat karokae tentunya ( sayang,sekali saya ingin memperlihatkan beberapa gambar, sayang saya ga tau uploadnya gmn,,dan belum ngopy gambarnya,,hehe =P )
Sebelumnya saya tidak tahu, kalo banyak pihak terlibat di bisnis prostitusi ini. Bukan hanya si prostitusi dan konsumen saja, tapi pemilik rumah Bordil ( bahasa halusnya di Tegalrejo / Sukosari adalah Rumah karokae ), pihak keamanan / preman wilayah prostitusi ( biasannya prostitusi berlokasi di satu atau beberapa RT dalam 1 desa ),pedagang disekitar lokasi dan pihak lain seperti LSM-LSM yang mengontrol dan mendata penyebaran prostitusi dan control penyakit STD, dan tidak bisa dipungkiri lagi, jajaran polisi juga terlibat dalam hal ini. Tidak mungkin daerah prostitusi di pinggir jalan tetap aman berdiri tanpa izin polisi ,bukan ?? dan tahukan anda izin apa yang dipakai untuk mendirikan wilayah prostitusi ?? IJIN MENGGANGGU LINGKUNGAN / IJIN HURU HARA / IJIN KERAMAIAN. ( biasanya ijin ini kita mintakan kalo kita mau ngadain sebuah konser atau aksi aksi lainnya ) haha..Lucu sekali, ini menandakan bahwa tidak atau belum ada UU yang jelas di negeri ini. Actually, prostitusion is prohibited and un legal to be held,,but it is exist now,, tidak ada pihak yang berani mengobrak-abrik wilayah prostitusi ..see,,it means that prostitusion area also seems like a country they are well organized and well structural. Even, more organized than Student excecutive Board in my Campus ( haha ).
Menurut informasi teman saya , dalam 1 rumah karokae memiliki 5-7 PSK. Mereka bekerja dari pukul 3 sore hingga pagi, dan pagi hingga siang mereka istirahat ( tidur atau bekerja di tempat lain bukan sebagai PSK ). Tidak semua PSK tinggal di tempat prostitusi, ada beberapa di antara mereka tinggal di rumah mereka sendiri ( didesa lain dsb ) dan hanya ke tempat kerja diwaktu dimana dia harus bekerja. Tidak semua PSK masih single, ada yang sudah berkeluarga dan memiliki anak. LSM-LSM yang ikut memantau dilokalisasi, biasanya dating per bulan untuk memberikan penyuluhan dsb. Lokalisasi Sukosari , menurut teman saya adalah lokalisasi yang sudah sangat terorganisir. Memiliki ketua dan susunan pengurus dan anggota PSK yang jelas dan rapi. Tiap Jumat, semua PSK wajib mengikuti senam pagi, bagi yang tidak mengikuti didenda 10 rb untuk kas. ( hmm,,How well they organized )..
Prostitusi , sebuah bisnis yang sesungguhnya buruk, tapi bagi beberapa orang mendatangkan rejeki. Pro dan Kontra ditimbulkannya.
Adakah solusi dari semua ini?? Solusi untuk jutaan wanita PSK di luar sana ?? solusi bagi pedagang yang berjualan di sekitar lokalisasi, solusi bagi semua pihak yang terlibat.
Mungkin tugas LSM yang bergerak di bidang HIV/prostitusi tidak akan pernah berhenti hingga bisnis ini mati..Mungkin kah??
( see you in other part, I promise to continue this topic .. p(^_^)q )
Regards
October 28th, 2009
3 pm
-purple-
Melihat judulnya yang dalam bahasa inggris akan membuat saya muter kalo harus bercerita dalam bahasa inggris juga.. =P
Beberapa bulan yang lalu, saat liburan summer, saya mengikuti summer camp beruntun yang cukup manghabiskan tenaga dan pikiran, dan tentunya menghabiskan waktu liburaan summer saya dengan hal yang bermanfaat, menghabiskan liburan dengan menyandang predikat “relawan” sebuah LSM bergengsi di Semarang , dia adalah IIWC ( Indonesia International Work Camp ).
saya tidak ingin bercerita panjang tentang camp saya yang sangat menarik itu, tapi saat saya menyandang predikat relawan ( dan semoga predikat ini terus saya sandang sampai waktu yang tak terbatas ) saya sempat menyoroti dan melihat dengan kepala saya sendiri hidup anak-anak jalanan di Semarang. Yah, karena camp yang saya ikuti bertemakan “street children“. Menurut beberapa sumber, anak-anak jalanan di Semarang yang jumlahnya lumayan banyak dan tersebar di setiap Spot keramaian seperti Simpang lima, Pasar Bulu, psar Johar, Poncol , PRPP dll. Kebanyakan anak-anak itu berasal dari keluarga Broken home. Hal itu yang membuat mereka terjun di jalan dan harus hidup manghadapi kerasnya lingkungan. Hal tersebut membuat pikiran mereka keras, orientasi mereka berubah total, dimana seharusnya di usia mereka, mereka duduk di kelas, mendengarkan guru, bermain dengan alat peraga pendidikan dan bersama teman-teman mereka. Tapi sungguh ironi , ketika disaat yang sama adik-adik ku anak jalanan harus duduk di trotoar, mendengar hingar bingarnya lalu lintas jalanan, bermain dengan barang berbahaya berbau narkoba, jarum suntik, dsb , serta berkumpul dengan teman-teman yang tidak malah membimbing mereka namun menyekoki anak anak kecil itu dengan hal-hal biadab yang makin menjerumuskan mereka.
Memang tidak semua anak jalanan putus sekolah, namun kebanyakan ilmu sekolah yang mereka dapatkan tidak sebanyak ilmu jalanan yang mereka terima. Dan dari sumber LSM Setara, LSM yang mengurusi anak jalanan di Semarang, menyebutkan bahwa hampir sebagian anak-anak jalanan telah mencoba narkoba seperti lexotan, dextro dan obat-obatan lain yang membuat mereka High. ketika saya bertanya pada salah satu anak , bagaimana rasa obat itu? mereka yang pernah mencoba bilang “pahit”. Tapi sayangnya, jika mereka ditawari oleh teman mereka yang lebih superior, mereka tak sanggup menolak dan tetap mengonsumsinya. Lain halnya dengan Bisma, anak jalanan dari Johar. Pertama kali saya menemuinya, saya kaget karena dia membawa rokok dengan tatapan tidak fokus dan sklera berwarna merah. Hmm, saya berfikir bahwa sepertinya dia habis mengonsumsi alkohol, dan baginya rokok sudah menjadi hal biasa yang selalu ada di sela jarinya. Sungguh menyedihkan. Rokok, alkohol, narkoba, sudah menjadi sahabat anak-anak jalanan. =(
Dalam benak saya, ketika saya menghadapi anak-anak, anak anak itu lucu dan menggemaskan, namun penilaian saya berubah drastis ketika saya menjumpai mereka ( the street children ). Tak ada muka ramah di mata mereka, polah mereka yang kasar , bandel dan berontak sering kali membuat saya dongkol, namun saya masih bisa sabar karena saya takut menyakiti hati mereka, hati yang memang telah hancur tersakiti oleh banyak hal di sekitarnya. Memang tidak semua dari anak jalanan itu yang kasar, sebagian yang masih bisa diatur adalah anak anak yang masih dalam pengawasan orang tuanya. Sungguh miris ketika saya mendengar cerita Adam, Adam dulu , 1 tahun ssebelumnya adalah anak yang “terawat” karena masih terlihat gemuk dan ramah raut mukanya. Namun, ketika saya bertemu dengannya, dia menjadi sangat kurus, dengan rambut plontos, dan memakai baju itu itu saja, yang menyedihkan adalah dia putus sekolah. Lagi-lagi, alasan yang membuat dia lari ke jalan adalah keluarga yg broken home . Ibu adam masuk penjara gara-gara kasus kriminalitas, dan Adam harus tinggal dengan ahh saya kurang jelas dengan siapa, namun dia dominan hidup di jalan dan mendapat uang jajan dengan mengamen.
Masih banyak anak-anak yang nasibnya seperti Adam bahkan lebih parah, sumber dari masalah itu adalah ekonomi keluarga, uang membuat keluarga porak poranda, kisruh dalam rumah tangga, perkelahian suami istri, plus acara minggat sang istri, dan bla bla bla. Yang dampaknya tak lain dan tak bukan adalah anak. Yang parah adalah, mental sang anak yang tergerogoti karena tidak ada kasih sayang disekeliling mereka, mereka terjun di jalan, dan membuat mental mereka keras, bak batu Granit yang sulit pecah.
Dan menurut saya, membangun mental mereka kembali adalah suatu solusi, tentunya solusi ini tidak mungkin berdiri sendiri. Banyak pihak harus ikut bertanggung jawab, karena bagaimanapun juga anak jalanan juga anak anak penerus bangsa , mereka adalah aset. Memang sulit menekan angka anak jalanan yang makin meningkat dikota ini , as soon as sumber dari semua sumber belum terpecahkan.
Namun semua masih ada jalan, saya benar benar ingin sekali membangun mental anak anak jalanan agar seberapa berat masalah yang mereka alami, mereka tetaplah anak-anak yang polos dan memiliki jiwa yang lembut. Sulit meyakinkan mereka percaya bahwa di depan sana hidup mereka masih panjang, tidak peduli apa yang orang tua mereka berikan, yang teman teman mereka lakukan, menjadi pribadi yang kuat harus terus mereka pertahankan. Namun jiwa mereka yang keras dan kasar haruslah dapat mereka redam.
Namun sayangnya, saya belum punya ide bagaimana menginisiasi anak anak itu untuk menjadi halus, sopan, tidak bicara kasar, menghormati yang lebih tua, dan rajin belajar. Hmm,, sebuah penyuluhan mungkin menjadi solusi, namun sekali lagi indikator nya tak pasti. Tapi tak ada salah nya untuk di coba bukan ?? Jadilah teman mereka yang benar benar mendidik mereka, syukur syukur bisa mengentaskan mereka dari jalanan. ^^
Mari bersama peduli pada nasib mereka..
rgrds
October 19th, 2009
5.20 pm
-purple-
i can not stop this tears
when it drop by piece
cos i was cheated
in condition you created
when everyone only can point
but they’re not care
shelter by No prepare
then i feel dare
but please don’t blame
i am human not crane
please be share
cos we are on the same chair
unless you don’t care
or only me who get all by myself
rgrds
October 17th,2009
4.40 pm
-purple-
this poem ’s inspired by the intelegence girl whom i feel guilty through her..so sorry..
God knows what the best you gave,,thanks =)